Recent Articles
Home » Posts filed under History
Showing posts with label History. Show all posts
Showing posts with label History. Show all posts
Wednesday, April 1, 2015
Wednesday, April 1, 2015
- 0 Comments
Kabar ini muncul pada pada 1 April 1957: panen spaghetti sedang
berlangsung Ticino, Swiss. Tampak di layar televisi, seorang perempuan
yang cermat memetik helaian pasta itu dari pohon, meletakkannya di
baskom bambu, lalu mengeringkannya di bawah sinar matahari.
Mi Italia segar juga bisa langsung dihidangkan, dicampur bumbu-bumbu dan minyak zaitun. "Bagi mereka yang menyukai makanan itu, spaghetti yang ditanam sendiri tak ada tandingannya," kata sang narator, Richard Dimbleby, seperti dikutip dari BBC.
Dimbleby juga menjelaskan bahwa Maret adalah masa-masa kritis bagi para petani spaghetti di seantero Eropa. Sebab, bunga es di awal musim dingin bisa merusak rasa hasil panen mereka.
Dia menambahkan, spaghetti bisa tumbuh dengan panjang yang sama berkat kerja keras para petani dari generasi ke generasi.
Mi Italia segar juga bisa langsung dihidangkan, dicampur bumbu-bumbu dan minyak zaitun. "Bagi mereka yang menyukai makanan itu, spaghetti yang ditanam sendiri tak ada tandingannya," kata sang narator, Richard Dimbleby, seperti dikutip dari BBC.
Dimbleby juga menjelaskan bahwa Maret adalah masa-masa kritis bagi para petani spaghetti di seantero Eropa. Sebab, bunga es di awal musim dingin bisa merusak rasa hasil panen mereka.
Dia menambahkan, spaghetti bisa tumbuh dengan panjang yang sama berkat kerja keras para petani dari generasi ke generasi.
Tentu saja itu tak benar. Namun, dokumenter soal itu ditayangkan dalam program Panorama, stasiun berita Inggris terkemuka BBC.
Karena spaghetti belum dikonsumsi secara luas di Inggris, masih jadi makanan 'eksotis', banyak pemirsa yang tertipu. Saking penasarannya mereka mencari tahu bagaimana caranya bisa mendapatkan bibit tanaman itu dan menumbuhkannya.
Karena spaghetti belum dikonsumsi secara luas di Inggris, masih jadi makanan 'eksotis', banyak pemirsa yang tertipu. Saking penasarannya mereka mencari tahu bagaimana caranya bisa mendapatkan bibit tanaman itu dan menumbuhkannya.
Jawabannya, "Letakkan spaghetti kering di kaleng tomat dan berharap yang terbaik," demikian dikutip dari Mirror.
Lainnya, yang tahu itu tipuan belaka, mengkritik keras BBC,
karena menyiarkan lelucon di program serius yang biasanya merupakan
tayangan faktual. Bagaimanapun, apa yang dilakukan BBC menjadi pemula.
Setelahnya, lelucon media saat April Mop kerap dilakukan.
Mengubah TV Hitam Putih Jadi Berwarna dengan Stoking
Tipuan lain ditayangkan di Swedia. Hanya ada 1 stasiun televisi di
negara itu pada 1962, SVT (Sveriges Television), yang ditonton dari
layar hitam putih.
Stasiun televisi tunggal itu mengumumkan bahwa 'ahli teknik' mereka
Kjell Stensson punya cara membuat gambar televisi jadi berwarna. Secara
instan atau seketika.
Tak perlu teknologi canggih dan peralatan yang rumit, kata dia. Sang 'ahli' mengatakan, para peneliti telah menemukan bahwa menutup layar TV dengan stoking nilon bisa membuat cahaya berpendar sedemikian rupa sehingga menampilkan warna-warna. Alat yang dibutuhkan hanya guntik dan plester atau selotip.
Tak perlu teknologi canggih dan peralatan yang rumit, kata dia. Sang 'ahli' mengatakan, para peneliti telah menemukan bahwa menutup layar TV dengan stoking nilon bisa membuat cahaya berpendar sedemikian rupa sehingga menampilkan warna-warna. Alat yang dibutuhkan hanya guntik dan plester atau selotip.
Lalu, cari sudut pandang yang pas agar warna terpampang jelas.
Penjelasan disampaikan dengan melibatkan sains, hingga terdengar
meyakinkan.
Ribuan pemirsa mengikuti tips itu, menggunting stoking dan menempelkannya pada layar. Tapi, keajaiban tak datang meski penonton sibuk memiringkan kepala, ke kanan lalu ke kiri, mencari posisi yang pas agar bisa menangkap warna. Mereka tak sadar kena tipu!
Ribuan pemirsa mengikuti tips itu, menggunting stoking dan menempelkannya pada layar. Tapi, keajaiban tak datang meski penonton sibuk memiringkan kepala, ke kanan lalu ke kiri, mencari posisi yang pas agar bisa menangkap warna. Mereka tak sadar kena tipu!
Sejumlah orang masih ingat adegan lucu saat orangtua mereka cepat-cepat
mencari stoking dan untuk menutupi televisi mereka sibuk memiringkan
kepala setelahnya.
Empat tahun kemudian, saat April Mop 1966, SVT berusaha melakukan uji coba siaran berwarnanya. Tayangan televisi berwarna mulai di Swedia pada 1 April 1970.
Tayangan tipuan lainnya, juga dikabarkan BBC, adalah tampilan jam Big Ben akan diganti, dari menggunakan jarum ke digital pada 1 April 1980.
BBC Jepang juga mengabarkan jarum jam akan dilelang untuk 4 pendengar pertama yang mengontak pihak mereka. Salah satu yang kena tipu adalah pelaut Negeri Sakura, yang segera menelepon meski berada di tengah Samudera Atlantik.
Empat tahun kemudian, saat April Mop 1966, SVT berusaha melakukan uji coba siaran berwarnanya. Tayangan televisi berwarna mulai di Swedia pada 1 April 1970.
Tayangan tipuan lainnya, juga dikabarkan BBC, adalah tampilan jam Big Ben akan diganti, dari menggunakan jarum ke digital pada 1 April 1980.
BBC Jepang juga mengabarkan jarum jam akan dilelang untuk 4 pendengar pertama yang mengontak pihak mereka. Salah satu yang kena tipu adalah pelaut Negeri Sakura, yang segera menelepon meski berada di tengah Samudera Atlantik.
Mumi Makhluk Mistis Peri di Lebanon...
Sementara itu di Australia, kabar menyebar soal gunung es terlihat di
Sydney Harbor pada April 1978. Petualang sekaligus pebisnis sukses Dick
Smith, sesumbar akan menarik gunung es dari Antartika. Bongkahan besar
itu akan dipecah jadi kubus-kubus kecil dan satunya dijual 10 sen.
Konon, es batu dari air murni Antartika itu akan meningkatkan rasa setiap minuman yang didinginkannya. Heboh pun terjadi, stasiun radio setempat ramai mengabarkan berita itu.
Konon, es batu dari air murni Antartika itu akan meningkatkan rasa setiap minuman yang didinginkannya. Heboh pun terjadi, stasiun radio setempat ramai mengabarkan berita itu.
Hingga akhirnya hujan pun turun menguak fakta sebenarnya. Air yang turun
dari langit mengikis es yang ternyata hanya busa pemadam kebakaran
hingga menyisakan lembaran plastik putih yang dijadikan alasnya.
Pada 1 April 1972, media di seluruh dunia mengumumkan temuan bangkai monster Loch Ness yang mengambang di air. Ternyata itu adalah gajah laut yang telah mati.
Pada 1 April 1972, media di seluruh dunia mengumumkan temuan bangkai monster Loch Ness yang mengambang di air. Ternyata itu adalah gajah laut yang telah mati.
Media terkemuka Guardian tak ketinggalan melempar guyon.
Pada 1977, mereka mempublikasikan tentang San Serrife, negara kecil di
Samudera Hindia yang terdiri dari sejumlah pulau hingga berbentuk mirip
titik koma (semicolon). Dua pulau terbesarnya disebut Upper Caisse dan
Lower Caisse.
Laporan dibuat meyakinkan, dilengkapi artikel sejarah, geografi, dan keseharian hidup warga di tengah pemandangan yang indah.
Laporan dibuat meyakinkan, dilengkapi artikel sejarah, geografi, dan keseharian hidup warga di tengah pemandangan yang indah.
Akibatnya, telepon Guardian berdering sepanjang hari, para pembaca
menuntut penjelasan jelas tentang lokasi destinasi liburan yang
terdengar sempurna itu.
Yang juga tak kalah heboh adalah, gambar mumi 'peri' sepanjang 8
inchi yang diposting situs Lebanon Circle Magik Co. Akibatnya pada 1
April 2007, situs tersebut menerima puluhan ribu pengunjung dan ratusan e-mail.
Belakangan pemilik situs, Dan Baines mengaku itu adalah tipuan belaka.
Meski telah berkata jujur, masih banyak orang yang menghubunginya,
mereka menolak fakta bahwa peri itu nyatanya tak ada.
Asal Usul April Mop...
Ada banyak versi tentang asal usul April Mop, yang juga dikenal sebagai
April Fools’ Day atau All Fools’ Day. Warga Inggris mulai merayakannya
pada 1 April 1700. Pada hari itu, orang-orang saling iseng, berbohong,
atau melempar lelucon hingga tengah hari, tanpa harus merasa bersalah
atau dipersalahkan.
Sejumlah sejarawan berspekulasi bahwa April Mop bisa ditelusuri pada 1582 ketika Prancis mengganti kalender, dari Julian menjadi Gregorian.
Pada Abad Pertengahan, tahun baru dirayakan pada tanggal 25 Maret di seluruh Eropa. Di sejumlah lokasi di Prancis, perayaannya bahkan hingga 1 April.
Setelah Raja Charles IX mengganti kalender, tahun baru dipindah jadi 1 Januari. Mereka yang tetap merayakan tahun baru di musim semi, atau lupa soal pergantian kalender itu dijuluki 'Poisson d'avril' atau 'April Fish' -- simbol orang yang gampang dikibuli.
Sejarawan juga mengaitkan April Mop dengan festival kuno seperti Hilaria -- yang dirayakan di Roma pada akhir Maret. Orang-orang yang datang diwajibkan memakai pakaian yang mengaburkan identitasnya.
Sejumlah sejarawan berspekulasi bahwa April Mop bisa ditelusuri pada 1582 ketika Prancis mengganti kalender, dari Julian menjadi Gregorian.
Pada Abad Pertengahan, tahun baru dirayakan pada tanggal 25 Maret di seluruh Eropa. Di sejumlah lokasi di Prancis, perayaannya bahkan hingga 1 April.
Setelah Raja Charles IX mengganti kalender, tahun baru dipindah jadi 1 Januari. Mereka yang tetap merayakan tahun baru di musim semi, atau lupa soal pergantian kalender itu dijuluki 'Poisson d'avril' atau 'April Fish' -- simbol orang yang gampang dikibuli.
Sejarawan juga mengaitkan April Mop dengan festival kuno seperti Hilaria -- yang dirayakan di Roma pada akhir Maret. Orang-orang yang datang diwajibkan memakai pakaian yang mengaburkan identitasnya.
Selain April Mop, sejumlah kejadian penting dalam sejarah terjadi pada 1
April. Pada 1867, Singapura resmi menjadi koloni Inggris.
Pada 1873, kapal RMS Atlantic tenggelam di Nova Scotia, Kanada, menewaskan 547 orang di dalamnya. Insiden tersebut menjadi kecelakaan laut terburuk di Abad ke-19.
Pada 1924, Adolf Hitler divonis 5 tahun bui terkait keterlibatannya dalam "Beer Hall Putsch" atau Kudeta Munich. Namun hanya 9 bulan ia meringkuk dalam bui-- waktu yang ia butuhkan untuk menulis Mein Kampf.
Pada 2004, Google meluncurkan sistem surat elektronik Gmail ke publik. Karena dilakukan pada 1 April, pada April Mop, banyak yang mengira, itu kabar bohong belaka alias hoax.
Pada 1873, kapal RMS Atlantic tenggelam di Nova Scotia, Kanada, menewaskan 547 orang di dalamnya. Insiden tersebut menjadi kecelakaan laut terburuk di Abad ke-19.
Pada 1924, Adolf Hitler divonis 5 tahun bui terkait keterlibatannya dalam "Beer Hall Putsch" atau Kudeta Munich. Namun hanya 9 bulan ia meringkuk dalam bui-- waktu yang ia butuhkan untuk menulis Mein Kampf.
Pada 2004, Google meluncurkan sistem surat elektronik Gmail ke publik. Karena dilakukan pada 1 April, pada April Mop, banyak yang mengira, itu kabar bohong belaka alias hoax.
source : liputan6.com
Monday, March 30, 2015
Monday, March 30, 2015
- 0 Comments
Gambar Perangko Negara tetangga yang ada gambar Soekarno
Di Negara Adidaya
Presiden Sukarno baru tiba di bandara Washington DC, AS, pada siang hari. Didampingi oleh wakil presiden AS, Richard Nixon, Bung Karno disambut penuh oleh pasukan AS dengan 21 kali tembakan kehormatan. Bung Karno tiba di Washington dalam rangka kunjungan selama 18 hari di AS atas undangan Presiden AS, David Dwight Eisenhower (Foto: 16 Mei 1956 ).
Presiden Sukarno dan Presiden AS, Kennedy, duduk bersama di dalam mobil terbuka, sedang melewati pasukan kehormatan di pangkalan Angkatan Udara AS, MD. Bung Karno datang ke AS dalam rangka pembicaraan masalah insiden Kuba (Foto: 24 April 1961).
Bersama Mantan negara penjajah
Presiden Sukarno menjadi tamu kehormatan Kaisar Jepang, Hirohito dan pangeran Akihito. Bung Karno dijamu makan siang di istana kekaisaran Jepang di Tokyo (Foto: 3 Pebruari 1958).
Menjadi cover majalah TIMES tahun 1946
Go International
Presiden Sukarno berdiri berdampingan dengan 4 pemimpin negara Non Blok setelah mereka selesai mengadakan pertemuan. Dari kiri kekanan : Pandit Jawaharlal Nehru (Perdana Menteri India), Kwame Nkrumah (Presiden Ghana), Gamal Abdul Nasser (Presiden Mesir), Bung Karno, dan Tito (Presiden Yugoslavia). Kelima pemimpin negara non blok ini mengadakan pertemuan yang menghasilkan seruan kepada Presiden AS, Eisenhower (Presiden AS) dan Perdana Menteri “Uni Soviet”/Rusia, Nikita Khruschev, agar mereka melakukan perundingan diplomasi kembali (Foto: 29 September 1960).
Presiden Sukarno bersama Perdana Menteri Perancis, Pompidou (Foto: 1965).
Presiden Sukarno sedang bercakap-cakap dengan Presiden Kuba, Osvaldo Dorticos Torrado (kiri), dan Perdana Menteri Kuba, Fidel Castro (kanan) di Havana, Kuba (Foto: 9 Mei 1960).
Presiden Sukarno tiba di bandara Karachi, Pakistan. Didampingi oleh Presiden Pakistan, Iskander Ali Mirza, Bung Karno tampak sedang memberi hormat, diapit oleh bendera Indonesia dan bendera Pakistan (Foto: 25 Januari 1958).
sumber : faktaterselubung.com
Tidak diragukan lagi, presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, memang memiliki kharisma yang luar biasa. Kharismanya yang begitu kuat tidak hanya membuat warga Indonesia mencintainya, namun juga membuat para pemimpin asing menjadi segan kepadanya. Ternyata, kharisma tersebut juga berhasil menarik perhatian banyak wanita.
Selain kharisma, Soekarno juga memiliki kecerdasan dan wawasan yang luas, juga didukung dengan wajah yang tampan, sehingga banyak sekali wanita yang tertarik padanya. Selain itu, Bung Karno juga dikenal sebagai pria yang tampan, selalu bersikap sopan dan lembut kepada setiap wanita. Siapa saja wanita yang terpesona oleh sang pemimpin dan menjadi istrinya? Berikut kisah 9 wanita yang pernah menjadi istri Soekarno.
1. Oetari Tjokroaminoto – Cinta Pertama Bung Karno
1. Oetari Tjokroaminoto – Cinta Pertama Bung Karno
Oetari adalah istri pertama sekaligus putri sulung dari pemimpin Sarekat Islam, Said Tjokroaminoto. Said Tjokroaminoto adalah seorang tokoh cendikiawan yang juga pernah menjadi guru dari Soekarno. Kisah cinta Oetari dan Soekarno berlabuh di jenjang pernikahan ketika Soekarno berumur 20 dan Oetari berumur 16 tahun.
Hubungan Oetari dan Soekarno memang tidak begitu hangat. Karena sudah saling mengenal, mereka lebih tampak seperti adik dan kakak. Mereka menikah di Surabaya dan beberapa tahun setelah itu Soekarno pindah ke Bandung untuk melanjutkan studi. Tidak lama setelah studinya di Bandung, Soekarno menceraikan Oetari.
2. Inggit Ganarsih, Cinta Sejati dan Istri Paling Lama
Wanita kelahiran 17 Februari 1888 ini merupakan istri kedua dari Soekarno. Kala itu Soekarno tengah tinggal di sebuah rumah kost di Bandung. Ketika itu dia bertemu dengan sosok Inggit yang cantik dan teduh di tahun 1921. Mereka kemudian menikah dua tahun setelahnya.
Kala itu, Soekarno tengah berumur 20 tahun sementara Inggit berumur 33 tahun. Inggit sangat mencintai Soekarno hingga dia ikut kemanapun Soekarno berpindah-pindah. Namun ketika Soekarno bertemu dengan sosok Fatmawati dan ingin menikahinya juga, Inggit memutuskan untuk bercerai dari Soekarno karena tidak kuat dimadu.
3. Fatmawati, Cinta Bersemi Saat Bung Karno Dibuang
Kala itu, Soekarno tengah berumur 20 tahun sementara Inggit berumur 33 tahun. Inggit sangat mencintai Soekarno hingga dia ikut kemanapun Soekarno berpindah-pindah. Namun ketika Soekarno bertemu dengan sosok Fatmawati dan ingin menikahinya juga, Inggit memutuskan untuk bercerai dari Soekarno karena tidak kuat dimadu.
3. Fatmawati, Cinta Bersemi Saat Bung Karno Dibuang
Fatmawati memiliki nama asli Fatimah. Wanita kelahiran 5 Februari 1923 ini bertemu ketika Soekarno sedang dalam masa pembuangan di Bengkulu. Gadis ini merupakan anak dari tokoh Muhamaddiyah di Bengkulu.
Setelah pernikahan mereka berusia 12 tahun, dua hari setelah Fatmawati melahirkan Guruh Soekarno Putra, Soekarno meminta izin dari Fatmawati untuk menikahi Hartini. Hal itu membuat Fatmawati sakit hati. Dia kemudian pergi menemui Inggit untuk meminta maaf karena pernah “merebut” Soekarno darinya. Dia bahkan mencium kaki Inggit sambil menangis. Inggitpun membalas dengan pelukan dan tangis haru.
4. Hartini, Sempat Dituduh Jadi Kerikil di Rumah Tangga Bung Karno
Setelah pernikahan mereka berusia 12 tahun, dua hari setelah Fatmawati melahirkan Guruh Soekarno Putra, Soekarno meminta izin dari Fatmawati untuk menikahi Hartini. Hal itu membuat Fatmawati sakit hati. Dia kemudian pergi menemui Inggit untuk meminta maaf karena pernah “merebut” Soekarno darinya. Dia bahkan mencium kaki Inggit sambil menangis. Inggitpun membalas dengan pelukan dan tangis haru.
4. Hartini, Sempat Dituduh Jadi Kerikil di Rumah Tangga Bung Karno
Ketika dipinang oleh Soekarno, status Hartini adalah janda dengan lima orang anak. Ketika mereka akhirnya menikah, kala itu Hartini berusia 29 tahun. Karena saat itu Fatmawati telah dikenal luas sebagai Ibu Negara, Hartini mendapat banyak sekali kritikan dari media dan aktivis wanita yang lebih membela Fatmawati. Pernikahannya harus dia bayar mahal dengan nama baik yang tercoreng.
Wanita itu terus mendampingi Soekarno dalam keadaan suka dan duka, bahkan meski dia mengetahui bahwa setelah dia Soekarno masih mendekati banyak wanita lain. Dia berhasil mempertahankan pernikahannya dengan Soekarno. Di pangkuan wanita inilah Soekarno mengehembuskan nafas terakhirnya pada 21 Juni 1970.
5. Kartini Manoppo, Pramugari Cantik Pemikat Hati
Wanita itu terus mendampingi Soekarno dalam keadaan suka dan duka, bahkan meski dia mengetahui bahwa setelah dia Soekarno masih mendekati banyak wanita lain. Dia berhasil mempertahankan pernikahannya dengan Soekarno. Di pangkuan wanita inilah Soekarno mengehembuskan nafas terakhirnya pada 21 Juni 1970.
5. Kartini Manoppo, Pramugari Cantik Pemikat Hati
Kartini Manoppo adalah istri kelima yang dinikahi Soekarno pada tahun 1959. Bung Karno jatuh cinta pada Kartini karena melihat sebuah lukisan yang objeknya tidak lain dan tidak bukan adalah Kartini, yang sempat menjadi pramugari Garuda Indonesia. Wanita asal Bolaang ini memang datang dari keluarga terdidik dan terhormat.
Hal tersebut membuat Kartini menutup rapat-rapat pernikahannya dengan Soekarno. Bung Karno dan Kartini dikaruniai seorang anak laki-laki yang mereka beri nama Totok Suryawan Sukarno yang lahir pada tahun 1967.
6. Ratna Sari Dewi (Naoko Nemoto)
Ratna Sari Dewi merupakan wanita asal Jepang yang dilahirkan di Tokyo 6 Februari 1940 dengan nama asli Naoko Nemoto. Ketika menikah dengan Sang Proklamator, Dewi tengah menginjak usia 19 tahun. Namun menjelang redupnya pamor Soekarno, Dewi meninggalkan Indonesia dan hidup selama 10 tahun di Perancis. Pada 1983, Dewi kembali ke Indonesia.
Namun setelah perceraiannya dengan Soekarno dia pergi ke berbagai negara seperti Swiss, Perancis dan Amerika Serikat. Pada 2008, Dewi memutuskan untuk menetap di Shibuya, Jepang. Soekarno dan Dewi memiliki puteri tunggal yang diberi nama Kartika Sari Dewi Soekarno.
7. Haryati
Haryati adalah seorang penari istana sekaligus staf Sekretaris Negara Bidang Kesenian. Karena profesinya itu, Haryato menjadi dekat dengan sang proklamator. Soekarnopun terus menerus berusaha memikat hati Haryati yang kala itu berusia 23 tahun.
Pernikahan Soekarno dan Hayati berlangsung pada 21 Mei 1963. Namun, pernikahan mereka hanya berlangsung selama 2 tahun. Soekarno menceraikan Haryati karena alasan tidak ada kecocokan antara keduanya. Ketika itu pula, Soekarno tengah dekat dengan Ratna Sari Dewi.
8. Yurike Sanger
Pernikahan Soekarno dan Hayati berlangsung pada 21 Mei 1963. Namun, pernikahan mereka hanya berlangsung selama 2 tahun. Soekarno menceraikan Haryati karena alasan tidak ada kecocokan antara keduanya. Ketika itu pula, Soekarno tengah dekat dengan Ratna Sari Dewi.
8. Yurike Sanger
Soekarno bertemu Yurike pada tahun 1963 dan kala itu Yurike masih berstatus sebagai pelajar SMA. Meski rentang usia antar keduanya cukup jauh, namun hal itu tidak menyurutkan niat Soekarno untuk memberi perhatian pada Yurike. Dia mengirimi sang gadis belia surat cinta dan bahkan menghadiahinya dengan kalung. Akhirnya mereka berdua menikah pada tahun 1964.
Pernikahan mereka berjalan singkat karena pada 1967 Bung Karno dimakzulkan secara de facto sebagai presiden. Ketika itu Soekarno meminta Yurike untuk meminta cerai karena kondisi Soekarno yang kurang baik. Maka mereka berdua bercerai baik-baik.
9. Heldy Djafar
Pernikahan mereka berjalan singkat karena pada 1967 Bung Karno dimakzulkan secara de facto sebagai presiden. Ketika itu Soekarno meminta Yurike untuk meminta cerai karena kondisi Soekarno yang kurang baik. Maka mereka berdua bercerai baik-baik.
9. Heldy Djafar
Gadis kelahiran Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur ini masih berusia 18 tahun ketika Soekarno menikahinya. Sementara, Soekarno sendiri telah berusia 65 tahun. Dia merupakan istri kesembilan dari Soekarno.
Pernikahan mereka hanya bertahan beberapa tahun. Heldy sempat meminta cerai karena situasi Indonesia dan posisi politik Bung Karno makin tidak menentu. Namun Bung Karno bersikeras bahwa hanya maut yang bisa memisahkan mereka. Akhirnya, Heldi yang kala itu berusia 21 tahun menikah lagi dengan Gusti Suriansya Noor.
Demikianlah beberapa kisah cinta dari Sang Proklamator. Beberapa dari kisah cinta itu bertahan selama berpuluh tahun hingga akhir hayat. Namun beberapa lainnya hanya seumur jagung.
Hingga saat ini, masih beredar banyak sekali teori dan gosip tentang berapa banyak jumlah istri Soekarno. Namun, sepanjang yang dicatat sejarah, sembilan wanita inilah yang pernah mengisi hidup Sang Putera Fajar.
Di era Soekarno, Istana Bogor menjadi tempat presiden RI pertama ini untuk rehat melepas lelah dan penat. Di sana pula tempat ia melepas rindu dan bercumbu mesra dengan istri dan anaknya.
Wajah Hartini nampak heran saat melihat suaminya, Soekarno, kembali ke istana pada waktu yang tidak biasa. Helikopter yang dinaiki Soekarno mendarat di lapangan Istana sekitar pukul 11.00 siang. Waktu yang tidak biasa bagi Hartini melihat Soekarno datang ke istana menjelang tengah hari. Presiden RI pertama itu memang rutin mendatangi Istana Bogor setiap hari Jumat untuk istirahat dan bertemu istri-istrinya. Soekarno biasanya menginap dan kembali ke Istana Merdeka di Jakarta pada Senin pagi.
Kok, siang-siang begini datang, biasanya kan sore, pikir Hartini sambil keluar paviliun menyambut suami kebanggaannya.
Soekarno baru saja terbang dari Jakarta bersama ajudan dan pengawalnya Brigjen Sabur yang juga merupakan Komandan Resimen Cakrabirawa (satuan pengawal presiden). Sambil berjalan menuju paviliun, Soekarno menampakkan wajah yang tidak ceria. Ada raut kecewa bercampur khawatir di mimik mukanya. Ia masih memakai pakaian khas negarawan: peci, seragam presiden abu-abu, dan tak lupa tongkatnya.
Pagi-pagi kok sudah ada di Bogor, Mas? tanya Hartini yang masih heran dengan sikap dan mimik wajah Soekarno yang tidak seperti biasanya.
Tien, keadaan genting, jawab Soekarno seraya berjalan menuju kamar. Ia kemudian berganti pakaian, salat zuhur dan makan siang.
Hari itu, Jumat tanggal 11 Maret 1966, memang bukan hari yang menggembirakan bagi Soekarno. Kedatangannya di Istana Bogor lebih awal dari biasanya bukan tanpa alasan. Ia baru saja meninggalkan rapat kabinet di Istana Merdeka Jakarta. Rupanya rapat kabinet yang ia gelar tidak berjalan mulus. Jakarta sedang ricuh hingga terasa panas dirasa Soekarno. Maka, Istana Bogor pun menjadi pelarian saat ia gerah menghadapi hiruk pikuk suasana pemerintahan.
Hartini adalah salah satu istri yang setia dan sangat dicintai Soekarno. Bernama lengkap Siti Suhartini, janda kelahiran Ponorogo-Jawa Timur ini, dinikahi Soekarno pada malam Rabu 7 Juli 1954 di Istana Cipanas. Sebelumya Soekarno sudah menikahi Utari, Inggit, dan Fatmawati. Dengan Utari dan Inggit pernikahan Soekarno tidak bertahan lama. Konon, ada yang mencatat Soekarno telah menikahi sembilan orang istri. Inggit minta cerai saat Soekarno akan menikahi Fatmawati.
Pernikahan Soekarno dengan Hartini merupakan pernikahan yang paling sensasional karena menimbulkan cekcok antara Soekarno dengan Fatmawati. Setelah akad, Soekarno memboyong Hartini ke Istana Bogor. Fatmawati yang sudah tinggal lama lebih dulu di istana nampak cemburu berat melihat kedatangan istri barunya Soekarno. Demi menjaga perasaan Fatmawati, Soekarno membangunkan paviliun khusus untuk Hartati tak jauh dari Istana. Setahun kemudian, Fatmawati memutuskan untuk pindah ke Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan.
Saat keadaan politik dalam negeri kisruh, utamanya di tahun 1966, Soekarno ditinggalkan para pengikutnya. Ia juga digerogoti berbagai penyakit dan menjalani pemeriksaan rutin. Cenderung dikucilkan, Soekarno tidak lagi kelihatan sibuk. Dia lebih banyak menghabiskan waktu di paviliun Istana Bogor bersama anak dan istrinya. Hingga pada tahun 1967, Soeharto memaksa Soekarno dan keluarganya untuk meninggalkan istana dalam waktu 2x24 jam. Soekarno kemudian pindah ke sebuah rumah di kawasan Batutulis, Bogor.
Menggambarkan bagaimana Soekarno di Istana Bogor, Rachmawati (salah satu anak Soekarno) dalam bukunya yang berjudul Bapakku Ibuku, menulis: Hanya di sini (Istana Bogor) Bapak menemukan kembali suasana bersuami istri, semenjak kepergian ibuku dari istana di Jakarta.
Wajah Hartini nampak heran saat melihat suaminya, Soekarno, kembali ke istana pada waktu yang tidak biasa. Helikopter yang dinaiki Soekarno mendarat di lapangan Istana sekitar pukul 11.00 siang. Waktu yang tidak biasa bagi Hartini melihat Soekarno datang ke istana menjelang tengah hari. Presiden RI pertama itu memang rutin mendatangi Istana Bogor setiap hari Jumat untuk istirahat dan bertemu istri-istrinya. Soekarno biasanya menginap dan kembali ke Istana Merdeka di Jakarta pada Senin pagi.
Kok, siang-siang begini datang, biasanya kan sore, pikir Hartini sambil keluar paviliun menyambut suami kebanggaannya.
Soekarno baru saja terbang dari Jakarta bersama ajudan dan pengawalnya Brigjen Sabur yang juga merupakan Komandan Resimen Cakrabirawa (satuan pengawal presiden). Sambil berjalan menuju paviliun, Soekarno menampakkan wajah yang tidak ceria. Ada raut kecewa bercampur khawatir di mimik mukanya. Ia masih memakai pakaian khas negarawan: peci, seragam presiden abu-abu, dan tak lupa tongkatnya.
Pagi-pagi kok sudah ada di Bogor, Mas? tanya Hartini yang masih heran dengan sikap dan mimik wajah Soekarno yang tidak seperti biasanya.
Tien, keadaan genting, jawab Soekarno seraya berjalan menuju kamar. Ia kemudian berganti pakaian, salat zuhur dan makan siang.
Hari itu, Jumat tanggal 11 Maret 1966, memang bukan hari yang menggembirakan bagi Soekarno. Kedatangannya di Istana Bogor lebih awal dari biasanya bukan tanpa alasan. Ia baru saja meninggalkan rapat kabinet di Istana Merdeka Jakarta. Rupanya rapat kabinet yang ia gelar tidak berjalan mulus. Jakarta sedang ricuh hingga terasa panas dirasa Soekarno. Maka, Istana Bogor pun menjadi pelarian saat ia gerah menghadapi hiruk pikuk suasana pemerintahan.
Hartini adalah salah satu istri yang setia dan sangat dicintai Soekarno. Bernama lengkap Siti Suhartini, janda kelahiran Ponorogo-Jawa Timur ini, dinikahi Soekarno pada malam Rabu 7 Juli 1954 di Istana Cipanas. Sebelumya Soekarno sudah menikahi Utari, Inggit, dan Fatmawati. Dengan Utari dan Inggit pernikahan Soekarno tidak bertahan lama. Konon, ada yang mencatat Soekarno telah menikahi sembilan orang istri. Inggit minta cerai saat Soekarno akan menikahi Fatmawati.
Pernikahan Soekarno dengan Hartini merupakan pernikahan yang paling sensasional karena menimbulkan cekcok antara Soekarno dengan Fatmawati. Setelah akad, Soekarno memboyong Hartini ke Istana Bogor. Fatmawati yang sudah tinggal lama lebih dulu di istana nampak cemburu berat melihat kedatangan istri barunya Soekarno. Demi menjaga perasaan Fatmawati, Soekarno membangunkan paviliun khusus untuk Hartati tak jauh dari Istana. Setahun kemudian, Fatmawati memutuskan untuk pindah ke Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan.
Saat keadaan politik dalam negeri kisruh, utamanya di tahun 1966, Soekarno ditinggalkan para pengikutnya. Ia juga digerogoti berbagai penyakit dan menjalani pemeriksaan rutin. Cenderung dikucilkan, Soekarno tidak lagi kelihatan sibuk. Dia lebih banyak menghabiskan waktu di paviliun Istana Bogor bersama anak dan istrinya. Hingga pada tahun 1967, Soeharto memaksa Soekarno dan keluarganya untuk meninggalkan istana dalam waktu 2x24 jam. Soekarno kemudian pindah ke sebuah rumah di kawasan Batutulis, Bogor.
Menggambarkan bagaimana Soekarno di Istana Bogor, Rachmawati (salah satu anak Soekarno) dalam bukunya yang berjudul Bapakku Ibuku, menulis: Hanya di sini (Istana Bogor) Bapak menemukan kembali suasana bersuami istri, semenjak kepergian ibuku dari istana di Jakarta.
sumber : merdeka.com
Di balik kemegahannya, Istana Bogor menyimpan sejarah yang dramatis tentang sebuah perpindahan kekuasaan. Turunnya Surat Perintah 11 Maret atau yang dikenal dengan Supersemar menjadi titik balik berkuasanya Soeharto menggantikan Soekarno. Ada tiga jenderal yang ikut berperan mendalangi turunnya Supersemar. Siapa saja tiga jenderal tersebut? Bagaimana kisah dramatis yang terjadi di Istana Bogor waktu itu?
Hari itu, Jumat tanggal 11 Maret 1966, waktu menunjukkan pukul 13.00 di Istana Bogor. Terdengar deru helikopter mendarat di lapangan istana. Ternyata tiga orang jenderal angkatan darat (AD) datang untuk menemui Soekarno. Ada yang mengatakan mereka datang mengendarai jeep yang dikemudikan oleh Brigjen Muhammad Jusuf yang waktu itu menjabat sebagai Menteri Perindustrian. Dua jenderal lainnya, yaitu Mayjen Basuki Rachmat (Menteri Veteran dan Demobilisasi) dan Brigjen Amir Mahmud (Panglima Kodam Jaya).
Soekarno sedang istirahat saat trio jenderal datang. Hari itu memang bukan hari yang menggembirakan bagi Soekarno. Tidak seperti biasanya, dia datang ke Istana Bogor lebih awal. Soekarno pergi meninggalkan rapat kabinet di Jakarta menuju Bogor dengan tergesa-gesa. Brigjen Saboer, pengawal dan ajudan kepercayaan Soekarno, melaporkan adanya kericuhan dan pasukan liar mendekati istana. Padahal sebelumnya, Amir Mahmud yang dipercaya untuk mengamankan rapat, melaporkan situasi dalam kondisi aman.
Kejadian tersebut yang memunculkan inisiatif dari Basuki Rachmat dan Jusuf untuk menemui Soekarno di Bogor. Meskipun kedua menteri ini hadir dalam rapat kabinet di Istana Merdeka, tapi mereka tidak tahu menahu mengenai laporan berbeda hingga memunculkan ketegangan antara Saboer dan Amir Mahmud. Sebelum berangkat ke Bogor, trio jenderal sempat menemui Soeharto di Jalan Haji Agus Salim. Waktu itu Soeharto yang telah diangkat Soekarno sebagai Panglima Pemulihan Keamanan dan Ketertiban, sedang dalam kondisi sakit. Soeharto kemudian mengizinkan ketiganya untuk menemui Soekarno dan menitipkan pesan, Saya bersedia memikul tanggungjawab apabila kewenangan untuk itu diberikan kepada saya untuk melaksanakan stabilitas keamanan dan politik berdasarkan Tritura.
Di balik kedatangan tiga jenderal itu ternyata ada maksud lain. Mereka meminta Soekarno agar memberikan kewenangan penuh kepada Soeharto untuk mengamankan kondisi negara. Berdasarkan pengakuan Lettu Sukardjo, pengawal presiden yang berjaga waktu itu, suasana nampak tegang. Antara tiga jenderal dan Soekarno terlibat adu argumen tentang isi surat kewenangan yang akan diberikan kepada Soeharto. Bahkan Sukardjo mengatakan sempat terjadi todong-todongan senjata antara dirinya dan trio jenderal.
Karena berbagai desakan yang muncul, akhirnya Soekarno menandatangani surat kewenangan untuk Soeharto. Surat itu yang kemudian dikenal dengan nama Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) 1966. Berbekal SP 11 Maret, Soeharto setapak melangkah lebih depan menuju kekuasaan. Dia tampil sebagai pahlawan kesaktian Pancasila yang telah membasmi bahaya komunis dari Tanah Air. Maka setahun pasca keluarnya Supersemar, Soeharto mengubah Indonesia dari era Orde Lama menuju era Orde Baru. Tepat pada tanggal 22 Februari 1967, Soekarno menyerahkan nakhoda pemerintahan Indonesia kepada Soeharto.
Setelah runtuhnya kekuasaan Soeharto, banyak yang mengungkap mengenai kisah di balik munculnya Supersemar. Butir-butir di dalam Supersemar ternyata disalahtafsirkan Soeharto sebagai penyerahan wewenang pimpinan pemerintahan. Ada pula yang meragukan mengenai keaslian dari Supersemar yang dipegang Soeharto dengan yang diberikan oleh Soekarno. Salah satu dari trio jenderal itu diduga menyimpan naskah asli Supersemar. Sayangnya, ketiga jenderal tersebut sudah mangkat dan Supersemar yang asli masih menjadi misteri.
Di balik itu semua, Istana Bogor telah menjadi saksi berbagai sejarah yang akan terekam di dinding-dinding bangunan megah itu sepanjang masa. Istana yang seharusnya menjadi pengingat bagi setiap orang yang singgah atau sekadar melihat rusa-rusa cantik di sana. Istana yang dibangun bukan hanya sebagai penghias kota Bogor. Tapi ia sebuah bangunan yang harusnya menyadarkan kita agar jangan pernah melupakan sejarah. Istana Bogor, sebuah istana yang kini dipilih oleh Presiden Jokowi sebagai tempat utama untuk mengatur pemerintahan Indonesia.
Hari itu, Jumat tanggal 11 Maret 1966, waktu menunjukkan pukul 13.00 di Istana Bogor. Terdengar deru helikopter mendarat di lapangan istana. Ternyata tiga orang jenderal angkatan darat (AD) datang untuk menemui Soekarno. Ada yang mengatakan mereka datang mengendarai jeep yang dikemudikan oleh Brigjen Muhammad Jusuf yang waktu itu menjabat sebagai Menteri Perindustrian. Dua jenderal lainnya, yaitu Mayjen Basuki Rachmat (Menteri Veteran dan Demobilisasi) dan Brigjen Amir Mahmud (Panglima Kodam Jaya).
Soekarno sedang istirahat saat trio jenderal datang. Hari itu memang bukan hari yang menggembirakan bagi Soekarno. Tidak seperti biasanya, dia datang ke Istana Bogor lebih awal. Soekarno pergi meninggalkan rapat kabinet di Jakarta menuju Bogor dengan tergesa-gesa. Brigjen Saboer, pengawal dan ajudan kepercayaan Soekarno, melaporkan adanya kericuhan dan pasukan liar mendekati istana. Padahal sebelumnya, Amir Mahmud yang dipercaya untuk mengamankan rapat, melaporkan situasi dalam kondisi aman.
Kejadian tersebut yang memunculkan inisiatif dari Basuki Rachmat dan Jusuf untuk menemui Soekarno di Bogor. Meskipun kedua menteri ini hadir dalam rapat kabinet di Istana Merdeka, tapi mereka tidak tahu menahu mengenai laporan berbeda hingga memunculkan ketegangan antara Saboer dan Amir Mahmud. Sebelum berangkat ke Bogor, trio jenderal sempat menemui Soeharto di Jalan Haji Agus Salim. Waktu itu Soeharto yang telah diangkat Soekarno sebagai Panglima Pemulihan Keamanan dan Ketertiban, sedang dalam kondisi sakit. Soeharto kemudian mengizinkan ketiganya untuk menemui Soekarno dan menitipkan pesan, Saya bersedia memikul tanggungjawab apabila kewenangan untuk itu diberikan kepada saya untuk melaksanakan stabilitas keamanan dan politik berdasarkan Tritura.
Di balik kedatangan tiga jenderal itu ternyata ada maksud lain. Mereka meminta Soekarno agar memberikan kewenangan penuh kepada Soeharto untuk mengamankan kondisi negara. Berdasarkan pengakuan Lettu Sukardjo, pengawal presiden yang berjaga waktu itu, suasana nampak tegang. Antara tiga jenderal dan Soekarno terlibat adu argumen tentang isi surat kewenangan yang akan diberikan kepada Soeharto. Bahkan Sukardjo mengatakan sempat terjadi todong-todongan senjata antara dirinya dan trio jenderal.
Karena berbagai desakan yang muncul, akhirnya Soekarno menandatangani surat kewenangan untuk Soeharto. Surat itu yang kemudian dikenal dengan nama Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) 1966. Berbekal SP 11 Maret, Soeharto setapak melangkah lebih depan menuju kekuasaan. Dia tampil sebagai pahlawan kesaktian Pancasila yang telah membasmi bahaya komunis dari Tanah Air. Maka setahun pasca keluarnya Supersemar, Soeharto mengubah Indonesia dari era Orde Lama menuju era Orde Baru. Tepat pada tanggal 22 Februari 1967, Soekarno menyerahkan nakhoda pemerintahan Indonesia kepada Soeharto.
Setelah runtuhnya kekuasaan Soeharto, banyak yang mengungkap mengenai kisah di balik munculnya Supersemar. Butir-butir di dalam Supersemar ternyata disalahtafsirkan Soeharto sebagai penyerahan wewenang pimpinan pemerintahan. Ada pula yang meragukan mengenai keaslian dari Supersemar yang dipegang Soeharto dengan yang diberikan oleh Soekarno. Salah satu dari trio jenderal itu diduga menyimpan naskah asli Supersemar. Sayangnya, ketiga jenderal tersebut sudah mangkat dan Supersemar yang asli masih menjadi misteri.
Di balik itu semua, Istana Bogor telah menjadi saksi berbagai sejarah yang akan terekam di dinding-dinding bangunan megah itu sepanjang masa. Istana yang seharusnya menjadi pengingat bagi setiap orang yang singgah atau sekadar melihat rusa-rusa cantik di sana. Istana yang dibangun bukan hanya sebagai penghias kota Bogor. Tapi ia sebuah bangunan yang harusnya menyadarkan kita agar jangan pernah melupakan sejarah. Istana Bogor, sebuah istana yang kini dipilih oleh Presiden Jokowi sebagai tempat utama untuk mengatur pemerintahan Indonesia.
sumber : merdeka.com
Subscribe to:
Posts (Atom)












%2BForum%2BKompas.jpg)










